Selalu Hadir Karena Siap Melayani #Pelayanan BNI


Kesuksesan itu adalah hak untuk semua orang, begitupun dengan impian dalam hidup. Semua orang punya kesempatan untuk menggapainya ketika ada kemauan yang kuat. Sebagian kecil telah saya buktikan dengan berbagai cerita hidup yang saya alami.

Saya telah buktikan bahwa seorang anak dari keluarga ekonomi rendah mampu mengejar cita-citanya di perguruan tinggi. Saya adalah alumni dari pendidikan matematika angkatan 2009 di Universitas Negeri Makassar (UNM). Hasil yang saya peroleh sampai saat ini tidak datang begitu saja, keringat dan air mata telah mewarnainya. Mengukir rajutan mimpi yang dilandasi dari kemauan yang kuat untuk berubah.

Suatu kebanggan ketika saya bisa diterima menjadi mahasiswa dari program pendidikan matematika di UNM. Namun kebanggan itu tetap dibarengi dengan rasa takut. Pertanyaan yang selalu membayangi bahwa apakah saya bisa menyelesaikan program studi ini hingga mencapai sarjana. Bukan permasalahan kemampuan karena saya pikir pengetahuanku sewaktu SMA cukup mengantarku untuk bergelut dengan matematika. Hal yang saya maksud adalah mengenai kemampuanku secara finansial. Bahkan untuk biaya perkuliahan awal, saya harus kesana kemari untuk meminta bantuan ke keluarga jauh. Namun saya tetap berjuang untuk melawan ketakutan tersebut karena terkadang ketakutan menyimpan suatu hal yang besar. Ketakutan menginginkan kita mengubah arah padahal hal besar yang telah menunggu.

Pemberian almamater dan penyerahan kartu tanda mahasiswa (KTM) merupakan simbolis bahwa saya telah menjadi bagian dari akademisi di UNM. Jas almamater yang selalu menyadarkanku bahwa saya salah satu penerus pembangun bangsa menjadi lebih baik. Serta KTM yang selalu menjadi identitasku sebagai penjuang dalam menghidupkan nuansa akademik di tanah air tercinta, Indonesia. 

Dibalik dari semua kebanggaan tersebut, ternyata ada benda kecil telah membantuku merangkai perjuangan di bangku perkuliahan. Itu adalah KTM sekaligus kartu ATM BNI ku. Ternyata itu adalah kartu KTM dan juga ATM pertamaku selama menghirup udara di tanah air ini. Itu pertama kali saya memegang kartu ATM karena  memang di kepalaku tak pernah berpikir untuk membuka rekening dan menabung. Untuk apa menabung, uang melanjutkan kuliah pun harus meminta bantuan dari orang lain.

Saya tidak menyangka bahwa KTM ku sekaligus kartu ATM BNI tersebut bisa memberikan bantuan yang sangat berharga bagi saya. Hal yang pertama saya rasakan adalah bahwa ATM BNI ku telah mempermudah saya untuk memperoleh beasiswa berprestasi di kampus. Saat itu, ketua jurusanku secara tiba-tiba memintaku mengumpulkan berkas untuk diajukan sebagai penerima beasiswa. Salah satu persyaratannya adalah bahwa saya harus memiliki rekening atas namaku sendiri dan beruntunglah bahwa saya telah memiliki rekening BNI yang tidak lain adalah kartu mahasiswaku sendiri. Sungguh visioner BNI karena bisa mempersandingkan antara KTM dan Kartu ATM BNI.

Hampir saya kelabakan karena ternyata saya harus menyelesaikan berkas itu dalam waktu sehari. Saat itu saya membutuhkan nomor rekening dan saya tidak membawa buku rekening BNI ku. Untungnya, nomor rekeningku (025-775-1691) mudah dihafal sehingga tidak menjadi kendala besar bagi saya. Usahaku saat itu tidak sia-sia karena akhirnya saya bisa memperoleh beasiswa mahasiswa berprestasi hingga akhir perkuliahanku.

Meskipun saya telah memperoleh beasiswa, itu tidak mencukupi biaya perkuliahanku. Saya masih membutuhkan biaya operasional ke kampus dan membeli buku. Makanya pada saat itu saya memberanikan diri untuk bekerja di waktu senggang. Pekerjaan yang tepat untuk mahasiswa terutama untuk bidangku adalah mengajar di bimbingan belajar. Sehingga pada saat semester kedua, saya melamar pekerjaan di sebuah bimbingan dan saya bersyukur karena bisa diterima setelah melewati berbagai seleksi.


Salary ketika mengajar di bimbingan tersebut tidak begitu besar, tapi sangat membantu dalam operasionalku ke kampus. Setiap jam saya mengajar dihargai Rp 17.500,- dan setiap pekannya saya bisa mengajar sebanyak 10 jam. Saya biasa gunakan salary tersebut untuk membeli perlengkapan perkuliahan bahkan saya tabung untuk membeli laptop. Pada saat itu, laptop menjadi barang yang populer dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Selain membantu untuk mengerjakan tugas perkulihan, saya bisa gunakan untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah karena pada saat itu saya juga bergabung dengan Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM.

Salah satu barang impian saya adalah laptop. Jelas tidak mungkin saya bisa membeli dalam waktu cepat. Saya membutuhkan waktu untuk menabung. Makanya saya sisihkan gaji mengajarku untuk membeli laptop. Agar uang saya tersebut tidak terganggu ketika ada godaan membeli barang lain, saya berinisiatif untuk menyimpannya di tabungan BNI ku. Suatu hal yang luar biasa karena saya tidak perlu mengantri lama ketika ingin menabung. Karena BNI menyediakan layanan setoran tunai. Galery yang berada sekitar kampusku memiliki mesin ATM untuk setoran tunai. Makanya setiap saya memperoleh gaji atau rejeki nomplok, pasti saya sisihkan langsung. Cukup mudah, saya hanya perlu datang ke galeri ATM dan tidak perlu ke bank BNI.

Memang berat untuk menjalani kegiatan dua sekaligus, kuliah dan mengajar. Tapi itu adalah jalan dihadiahkan Tuhan memahamkan saya arti sebuah kehidupan. Hidup itu bukan mengenai apa yang kita miliki sekarang, melainkan mengenai seberapa keras kita menggapai semua pencapaian dalam hidup. Saya bangga karena bisa lahir di keluarga yang kurang bercukupan karena Tuhan memberikan kesempatan mengenal arti sebuah perjuangan dan cara untuk menghargai semua orang. Bisa jadi ketika saya dilahirkan di kalangan ningrat, saya dapat menjadi orang yang arogan dan tidak mengerti dengan keadaan sekitar.

Lanjut cerita mengenai keajaiban KTM ku tersebut, Sebenarnya kartu ATM ku itu tidak hanya membantu saya. Berkat kartu ATM ku, saya bisa membantu temanku untuk menyelesaikan  traksaksi tiket pesawatnya di salah satu agen tiket online. Kebetulan dia membutuhkan dana di dalam rekening untuk mentransfer biaya pembelian tiket. Sekali lagi, dengan adanya kemudahan SETORAN TUNAI BNI, temanku bisa menyetor uangnya secara langsung di kartu ATM ku dan menyelesaikan pembayarannya, Saya kira banyak orang yang telah terbantu karena pelayanan BNI tersebut.


Hampir saya lupa bahas mengenai tagihan administrasinya. Salah satu juga yang menjadi keuntungan dari penggunaan ATM BNI ku tersebut adalah saya tidak memperoleh potongan biaya bulanan. Suatu kerjasama antara UNM dan BNI  yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa. Saya tidak pernah takut bahwa rekeningku akan mati meskipun sisa saldo rekeningku di bawah 20 ribu. Oleh karena itu, saya menyimpan baik-baik KTM ku tersebut karena sangat disayangkan kehilangan kartu ATM yang tidak ribet dalam administrasi.

Saat ini saya memiliki dua kartu ATM berbeda. Tapi saya memiliki kartu yang lain karena sebagai syarat saya menerima salary dari perusahaan dimana saya bekerja. Gaji bulananku masuk langsung ke rekening bankku yang lain. Namun, saya tidak menyimpan uang gajiku secara lama disitu. Ketika saya menerima gaji, saya langsung mentransfernya ke rekening BNI ku. Alasannya karena saya dengang mudah bisa menariknya ketika saya butuhkan. ATM BNI telah tersebar di banyak daerah di dalam kotaku sehingga saya tidak pernah takut ketika kehabisan uang. Hampir setiap pojok dari kota Makassar terdapat ATM BNI.

Saya memiliki pengalaman yang buruk mengenai kartu ATM yang lain. Ketika saya berada di daerah karena urusan keluarga, saya membutuhkan uang cash. Sialnya saya belum memindahkan uang gajiku di ATM BNI ku. Sungguh tragis karena saya tidak bisa menemukan mesin ATM yang sesuai dengan  rekening bank yang lainku. Terpaksa saya harus menggunakan mesin ATM BNI untuk menarik uang dari rekening bank berbeda dan memperoleh potongan administrasi sebesar Rp 5.000,-. Sejak saat itu, saya sadar bahwa bank BNI memiliki mesin ATM terbanyak dan tersebar di berbagai daerah. Makanya saya selalu mengatisipasi dengan cara mengumpulkan semua uangku di rekening BNI. 

Mungkin saya tidak pantas lagi memegang KTM ku tersebut karena saat ini saya bukan mahasiswa lagi. Saya tetap menaruhnya di dompet karena semua uang saya satukan di kartu ATM BNI tersebut. Sudah terlalu banyak kemudahan yang diberikan oleh BNI sehingga saya tidak perlu lagi melirik bank lain. Bahkan dalam waktu dekat ini, saya mencoba fitur lain dari BNI seperti penggunaan kartu debit BNI. Saya pikir itu akan membantu saya kedepannya, baik untuk pekerjaanku ataupun rencana masa depanku. Saya sudah larut dengan kenyamanan yang telah ditawarkan oleh BNI.




Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Selalu Hadir Karena Siap Melayani #Pelayanan BNI"

  1. Kurru sumanga' sodara. salut akan perjuangannya. yakin bahwa sodara pasti akan sukses

    ReplyDelete