Beribu Pintu Kesempatan

Saya kembali kesini lagi, Kampung Inggris Pare. Meninggalkan pekerjaan untuk kedua kalinya karena ngin melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Seorang pria harus mengakhiri sesuatu yang telah dia mulai meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Sebenarnya bukan hanya itu, ada beberapa faktor yang membuat saya tidak nyaman di Makassar untuk sementara waktu. Mungkin saya bisa bekerja denga sepenuh tenaga di Quantum Khatulistiwa, tetapi pikiran saya masih melekat dengan persiapan beasiswa.
Banyak hal yang saya takutkan sewaktu mau kesini, terutama mengenai biaya hidup selama saya disini. Namun saya percaya Tuhan selalu menawarkan berbagai jalan untuk menyelesaikan semua permasalahan di dunia ini. Tuhan yang memberi masalah, pastilah hanya lah dia sumber solusinya. Hanya perlu berusaha, berdoa dan berdamai dengan waktu.
Saya kembali merasakan sensasi menegangkan karena saya kembali berada di kondisi yang masih tergantung. Masa depanku pun belum ada bisa yang menerka. Banyak orang beranggapan saya terlalu berani mengambil resiko dengan meninggalkan semua yang saya miliki sebelumnya. Saat ini saya hanya memiliki semangat, kemauan, dan kepercayaan sebagai modal bahwa saya masih punya kesempatan untuk meraih masa depan yang cerah.
Saya selalu mengatakan bahwa orang lain hanya bisa melihat langkah-langkahku, tapi mereka tidak merasakan. Bahkan saya katakan bahwa mereka belum melihat seutuhnya apa yang saya kejar dan apa pilihan-pilihan yang menunggu. Jujur, saat ini saya seperti menjadi pelatih bagi diriku sendiri. Saya harus selalu memikirkan langkah srategi dan alternatif lainnya untuk mencapai targetku.
Suatu kesyukuran karena keluargaku percaya terhadap pilihan yang saya buat meskipun terkadang mereka menampakkan rasa kecewa ketika hasil yang saya peroleh tidak seperti yang saya inginkan. Masih teringat ketika saya mengabarkan bahwa saya memperoleh nilai 6 untuk nilai IELTS. Mereka mempertanyakan usaha apa yang telah saya lakukan disini selama 5 bulan sehingga saya belum bisa mecapai target 6.5. Bukan hanya itu, beberapa bulan kemudian saya belum dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP untuk batch 2 tahun 2016. Sungguh kekecewaan yang besar buat saya dan keluarga, namun tidak menyurutkan semangat untuk berusaha. Saya tidak mau berbohong, memang saya SANGAT KECEWA, tapi perasaan saya sudah makan habis selama dua setelah pengumuman tersebut.
Sekarang saya perlu menyiapkan amunisi untuk bersiap menerima kemungkinan hasil buruk. Alhamdulillah, sejak hari itu kemarahan itu berubah menjadi semangat untuk mencari pintu-pintu beasiswa yang lain. Saya percaya bahwa Tuhan selalu membentang berbagai rejeki bagi hambaNya yang ingin berusaha. Saya berharapa bisa selalu konsisten dan fokus dengan target awal saya ke Pare.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beribu Pintu Kesempatan"

Post a Comment