Genggam, genggam, dan tetap menggenggam

Genggam, genggam, dan tetap menggenggam

Berkeluh kesah lah jika itu membuatmu lebih baik.
Tapi jangan menitik beratkan pada Sang Pencipta.
Dia sudah memberimu kebahagiaan dan sudah memberikan jalan.
Mungkin kamu belum menemukannya.
Apa kamu yakin Dia yang membuatmu sulit.
kan Dia Sang Penyayang.
Masuk ke dalam dan berdamailah dengan gejolak itu

Salah.... kalau kamu memperbandingkan.
karena ini hidupmu, bukan hidup mereka.
Semua punya jalan sendiri.
Kan akan kacau kalau kamu ketemu dengan yang lain.
Di jalan yang sama, dan di masalah yang sama.

Kamu ingin bercerita, lantunkan jika itu mampu melepas dahaga.
Kamu tak tahu di titik mana semua bisa beranjak.
Air selalu ada di sekitarmu, tapi tak tahu yang mana sumber mata air jernih
Cukup bersabar dan yakin.

Memberontak jika itu membuat semakin kuat.
Tapi terkadang kita tak sadar bahwa kekuatan ada di pikiran dan hati.
Mempertahankan harmoniasasi akan membuatnya selalu mengalir.
Lihat sekarang di luar, terang dan akan tetap terang tuk esoknya

Apa Matahari pernah bosan tuk menyinari.
Mungkin pernah bosan, tapi lebih senang tuk menanti hari esok.
Matahari ingin melihat kejutan apa lagi yang Tuhan berikan.
Melihat kita terkadang ketawa, dan tiba-tiba hanyut dalam kesedihan..
Memang tidak stabil, tapi indah tuk dipandang dan dirasakan.


Kita tidak butuh menunggu semua utuh hingga mengejar mimpi.
Kepingan demi kepingan akan ditemukan di jalan ini.
Bersabar dan saling menasehati bukan ajaranku, tapi petunjuk Dia.

Sebenarnya semua sudah terlihat jelas, hanya jarak yang membatasinya.


Saya tidak menyangkal bahwa masih ada ranjau di depan.
Tapi harganya sesuai dengan tempat peraduan itu.

Genggam, genggam, dan terus genggam komitmen itu.
Hadirkan semua itu bukan hanya untuk dirimu,
tapi untuk orang orang yang tak sabar menunggumu berada di puncak.

Pare, 1 Desember 2016




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Genggam, genggam, dan tetap menggenggam"

Post a Comment