Hello Pemimpin, inilah tugasmu.

Leadership adalah hal yang wajib dimiliki setiap orang. Entah di kemudian hari dia mau jadi seorang pemimpin atau hanya menjadi pengikut. Disana sudah banyak buku yang membahas mengenai kepemimpinan. Teori dari negara ini dan itu telah beredar dimana-mana. Akan tetapi harus diketahui bahwa Leadership itu harus dipraktekkan. Maksudnya bahwa ketika kita sudah mengetahui teorinya, bukan berarti kita sudah paham. Itu harus dipraktekkan karena kita butuh kebiasaan.

Saya menulis ini bukan berarti saya sudah menjadi pemimpin baik. Karena saya yakin bahwa menjadi pemimpin yang baik butuh waktu yang lama. Namun saya ingin bercerita sedikit tentang pengalamanku yang diklaborasikan dengan teori yang saya peroleh dari sebuah buku. Sebenarnya banyak buku yang telah saya baca mengenai arti sebuah kata “Leadership”. Di momen ini, saya akan membahas sedikit dari beberapa lembar di buku yang berjudul “Leadership itu dipraktekin”.

Saya akan mengulas tugas utama dari seorang pemimpin. Hal yang pertama harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuan untuk planning. Seorang pemimpin harus tahu mau diarahakan kemana sebuah institusi atau perusahaan. Visi dan misi nya harus jelas dan terencana. Selalu kita dengar ungkapan “Gagal dalam berencana, berarti kita akan membangun sebuah kegagalan”. Kita tidak bisa bohong bahwa semua itu butuh perencanaan. Hal yang direncanakan saja bisa gagal, apalagi yang tidak direncanakan sama sekali. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini.

Perencaan itu juga bisa menjadi Rute kita untuk mencapai tujuan. Bayangkan saja kalau ke depannya tidak ada rute, posisi kita tidak akan diketahui ketika terjebak dalam sebuah permasalahan. Kita mau kemanapun kan butuh peta. Begitu pun dengan sebuah institusi ataupun perusahaan. Namun harus kita ingat bahwa ketika membangun sebuah rencana harus realistis. Mengukur kekuatan sebelum membangun rencana sehingga dapat berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan.

Tugas kedua dari seorang pemimpin adalah initiating. Dia harus selalu mengawali semua kegiatan. Bahkan dalam pengelolaan briefing pun, sebaiknya seorang pemimpin harus selalu berinisiatif meminta briefing, baik ada masalah ataupun tidak ada. Pemimpin  harus memberikan contoh yang diawal karena cara tersebut merupakan cara cantik dalam memimpin seseorang. Ketika pemimpin menerapkan sebuah aturan, dia lah yang harusnya mengawali dalam mempraktekkan. Kita tidak mungkin mampu diikuti orang lain ketika kita sendiri tidak mampu memimpin diri dan memperlihatkan contoh yang baik.

Inisiatif juga menjadi cara awal untuk membangun Trust di hadapan karyawan. Mereka akan percaya dengan sebuah sistem yang ada ketika pemimpinnya percaya dan mulai menerapkan. Jangan menyuruh meminta karyawan menggunakan pakaian sopan di kantor ketika kita sendiri masih tidak disiplin dalam pakaian. Ini berkaitan dengan integritas. Terapkan aturan ketika kita sudah bisa mempraktekkan.

Setelah kedua hal tersebut, pemimpin bertugas controlling. Seorang leader harus selalu membuka mata dan selalu mendengar apa yang terjadi di lapangan. Karena dia harus selalu mengawasi dan mengontrol ketika roda sebuah intitusi tidak berjalan sebagaiamana mestinya. Dia harus selalu siaga untuk mengontrol ketika nampak jelas terjadi perubahan ritme. Memang berat untuk mengotrol pengikut karena kita berhubungan dengan manusia. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki ikatan emosional yang baik dengan pengikut atau pun karyawannya. Saya pernah dengar sebuah pernyataan bahwa “Jangan sekali-kali memnbangun sebuah perusahaan ketika tidak mampu memahami manusia karena karyawan dan pelanggan adalah manusia”. Memang betul bahwa kita tidak bisa mengarahkan mereka untuk mengerjakan sesuatu ketika kita tidak mampu memahami karakter mereka.

Tugas keempat adalah hal yang terkadang dilupakan oleh dari seorang pemimpin. Tugasnya adalah supporting. Pemimpin bukan hanya memberikan tugas dan target, tetapi harus memberi dukungan. Kita harus ingat bahwa setiap manusia punya masa dimana semangatnya menurun. Banyak hal yang mempengaruhi perihal tersebut. Disitulah tugas pemimpin yang harus selalu memberi dukungan atau minimal memberikan apresiasi meskipun hasilnya belum maksimal. Kita harus selalu menghargai usaha yang telah dilakukan oleh karyawan. Bahkan kita harus selalu menguatkan mereka. Berikan dia segelas air ketika mereka dahaga. Bukan kah kita merupakan satu kesatuan yang harus saling menguatkan. Kita perlu menpertajam rasa empati satu sama lain.

Selanjutnya pemimpin harus bisa memberikan informasi dengan tepat dan arahan yang jelas. Tugas tersebut dikenal dengan sebutan informing. Jadi setiap pemimpin harus menjelaskan secara detail tugas masing-masing sehingga tidak multitafsir. Sedikitpun informasi yang tidak jelas tersampaikan, itu akan mempengaruhi stabilitas. Ibaratnya sebuah sudut, mungkin hanya sedikit melenceng dari titik pusat, tetapi akan membesar kedepannya ketika dibiarkan saja. Butuh kemempuan komunikasi yang baik serta jalur koordinasi yang tepat.

Terakhir yang menjadi penyempurna tugas-tugas tersebut adalah evaluating. Setiap proses dan hasil yang diperoleh harus selalu dievaluasi oleh seorang pemimpin. Mengukur seefektif apa sistem yang telah diterapkan. Bukan hanya itu, kita harus membantu setiap anggota untuk mengevaluasi kinerja mereka. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memaksimalkan sesuatu yang ada. Dari tugas tersebut juga dapat menjadi titik awal dalam melahirkan inovasi terbaru yang bisa memajukan suatu institusi atau perusahaan. Minimal yang kita lakukan adalah menagih komitmen atau target yang telah rencanakan sebelumnya. Apakah semua tercapai atau ada yang perlu dibenahi.

Semua tugas tersebut harus berjalan simultan. Tidak boleh salah satu pun terlewatkan karena itulah pondasi dari kepemimpinan yang menuju idealitas. Memang itu butuh waktu yang lama, tapi ketika itu diasah terus menerus maka akan menjadi karakter yang menentukan masa depan kita. Apa yang kita rasakan sekarang adalah sumbangsi yang kita lakukan terdahulu. Sedangkan apa yang kita kerjakan sekarang akan memberikan pengaruh di masa depan. Tetap lakukan hal-hal yang positif.

Source: Tim Wesfix. 2015. Leadership itu "Dipraktekin". Jakarta: Gramedia 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hello Pemimpin, inilah tugasmu."

Post a Comment