Aku lahir dan mati disini [Indonesiaku]


Siang tadi ada terselip pembahasan yang menarik saat kelas writing task 2. Meskipun materi di kelas tersebut berat, tapi banyak hal yang baru bisa didiskusikan disana. Topik yang sempat mengambil perhatiankami adalah cara negara kaya memajukan dan mengembangkan negaranya. Pemerintah tersebut memberikan bantuan beasiswa bagi negara lain. 

Jelas bahwa program beasiswa tersebut memang ditujukan untuk anak-anak cemerlang dari negara-negara lain. Alasannya mereka mau membantu negara berkembang terutama negara miskin melalui pemberian pendidikan yang layak buat putra dan putri bangsanya. Memang sangat menarik karena itu bisa menjadi jalan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan meluas. Akan tetapi, diskusi tadi melahirkan spekulasi bahwa itu sangat berarti buat negara miskin kalau mereka kembali mengabdi ke negara asalnya. Bagaimana kalau mereka (penerima scholarship) betah dan mau berkarir di negara lain atau tetap bermukim dimana mereka melanjutkan kuliah. Tidak ada yang bisa menjamin komitmen seseorang.
Tertuju ke Indonesia, saya yakin pernah kita mendengar atau malahan kenal orang Indonesia yang lebih memilih bekerja dan berkarir di Luar Negeri. Ada banyak argumen yang lahir kenapa mereka memilih untuk menetap di Luar Negeri. Salah satunya adalah tidak adanya fasilitas yang memadai di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di perguruan tinggi luar negeri. Saya pikir itu masih bisa dipertimbangan untuk lebih memilih mengabdi di Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara berkembang, maka wajar fasilitas disini masih terbatas. Secara batin, itulah kesempatan kita untuk berkarya untuk bangsa Indonesia. Malahan lebih menantang kalau kita bisa melahirkan inovasi dibalik dari keterbatasan fasilitas. Sebenarnya kita hanya perlu fokus untuk melihat kemungkinan yang bisa dilahirkan dibanding mencerca kekurangan yang kita miliki.
Saya akui bahwa cara negara maju untuk menarik orang-orang cerdas dari belahan dunia terbilang briliant.
Suatu kesyukuran bahwa saya akan melanjutkan kuliah di Inggris dengan bantuan dari endowment Fund di Indonesia. Berarti jelas bahwa saya berdiri dengan menggunakan kekuatan dari negara sendiri, dan tidak memerlukan bantuan dari negara lain. Oleh karena itu, suatu kewajiban bahwa ilmu yang saya peroleh disana digunakan untuk memajukan Indonesia. Saya harus menjadi warga yang tahu diri bahwa kemajuan negara Indonesia berada di Tangan Kita bukan ditentukan oleh negara lain. Semua tawaran yang menggiurkan harus saya tolak  mentah-mentah ketika negara lain meminta saya untuk bermukim disana. Saya ke negara lain hanya untuk memperoleh pengetahuan dan penagalaman, bukan untuk bekerja disana.
Meskipun di kemudian saya harus berhadapan dengan keterbatasan fasilitas atau salary yang tidak setinggi di luar negeri, saya tetap harus mengahabiskan tenaga dan pikiranku buat Indonesia. Saya lahir disini, makanya semua apa yang saya miliki harus demi kemajuan Bangsa ini. Biarlah orang lain merasa bangga dengan pencapaiannya di luar negeri. Saya cukup berfokus pada apa yang mesti saya berikan buat Indonesia. Saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi bagian dari agent of change yang membawa Indonesia menjadi lebih baik. Tulisan ini menjadi ikrar saya sebagai warga Indonesia yang ingin mengabdi buat negeri ini.

Bandung, 26 Maret 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aku lahir dan mati disini [Indonesiaku]"

Post a Comment