Enjoying the track of life

Enjoying the track of life
Enjoying the track of life
Terkadang saya merasa bahwa Tuhan tidak adil dengan keadaan yang diberikan. Banyak hal yang saya harus korbankan untuk meraih sesuatu yang kecil semisal untuk bisa membeli handphone biasa. Padahal saat itu memang sudah hal yang biasa kalau seoranga mahasiswa memiliki handphone. Ketika teman-teman sudah memiliki handphone yang super canggih, saya sendiri harus bersyukur dengan HP yang hanya bisa digunakan untuk nelpon dan sms. Memang saat itu saya masih sering mempersalahkan nasib, tapi beriring waktu berjalan, banyak pelajaran yang telah saya peroleh.

Sejujurnya, sampai umur 27 tahun saat ini saya belum bisa memberikan hal yang membanggakan bagi keluarga. Saya tidak pernah berpikir untuk bisa menjadi cepat kaya, tetapi saya hanya ingin mereka bisa melihat hasil perjuangan saya selama ini. Tapi di sisi lain, banyak teman-teman melihat saya telah mencapai beberapa hal yang mengesankan. Mereka melihat saya sebagai mahasiswa yang aktif di organisasi, namun tetap memiliki nilai akademik yang membanggakan serta mampu memberikan prestasi, salah satunya di bidang penelitian. Dari situlah saya belajar bahwa definisi dari kesuksesan itu berbeda di mata setiap orang. Kita tidak boleh membandingkan tantangan yang kita hadapi dengan tembok yang harus dilewati. 
"You are you, so you have your own journey."
Kalau melihat kehidupan teman-teman yang seumuranku, pasti saya salah satu yang paling berbeda. Kebanyakan dari mereka telah memiliki keluarga kecil sendiri dan telah memiliki karir penting dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi saya masih berada dalam masa transisi antara S1 dan S2. Memang terkadang ada setitik pikiran untuk mengeluh dan mepersalahkan takdir yang saya jalani. Tetapi saya selalu berusaha untuk menambal itu segera dengan melihat orang-orang yang tidak memperoleh keluasan yang saya rasakan sekarang. Meskipun saya masih barada di bawah, saya harus selalu bersyukur bahwa masih banyak orang yang ujiannya yang lebih berat dibanding saya. Saya selalu mengaungkan pikiran positif bahwa Tuhan punya cara sendiri untuk mengajarkan tentang arti kehidupan kepada saya.

Setapak demi setapak telah saya lewati dan berharap semua yang telah dijalani akan memberikan makna kedewasaan dan kebijaksanaan dalam setiap langka ke depan.  Kalau mau melihat secara hasil, saya tidak menujukkan secara jelas hasil dalam bentuk materi. Akan tetapi, ketika berbicara mengenai proses pemikiran dan pengalaman, ada beberapa yang bisa saya bagikan. Saya memiliki trek perjalanan sendiri yang pastinya punya tujuan. Kan tidak indah kalau kita punya trek yang sama, kita bakalan tabrakan dan tidak mengisi dunia ini dengan variasi warna hidup. Yang terpenting sebenarnya adalah mempergunakan tubuh dan raga ini untuk hal-hal yang bermanfaat. Lagipula tidak ada yang bisa menilai hasil seseorang secara pasti kecuali Sang Pencipta. Bukan saya sok bijak, tapi memang kita tidak akan memperoleh definisi yang pasti mengenai arti sebuah keberhasilan.

Iceberg Effect adalah konotasi yang selalu mengidap dipemikiran anak muda yang seumuran saya. Selalu merasa kagum dengan pencapaian orang lain tetapi belum mengetahui pengorbanan yang telah dia alami. Kalau kita melihat gunung es dari atas permukaan laut yang membeku, pasti kita akan melihat puncak gunung es jaraknya dekat dengan permukaan. Padahal sebenarnya dasar dari gunung es tersebut masih berada jauh di bawah permukaan laut. Begitulah perilaku sebagian orang, selalu menyanjung keberhasilan orang lain dan selalu berpikir semua itu merupakan keberuntungan.  Namun ternyata keberhasilan itu sebelumnya telah dibayar dengan prngorbanan dan perjuangan yang tak terkira. 

Selalu percaya bahwa apa yang diperoleh sekarang adalah investasi perjuangan yang kita lakukan di masa lalu. Oleh karena itu, demi menciptakan masa depan yang membanggakan, kita harus membangun trek nya dari sekarang dan berani bekerja keras. Ketika kita berani bermimpi besar, sepantasnya kalau kita telah bersiap untuk berjuang dengan keras. Untuk memancing besar ikan besar, pastilah kita membutuhkan kail yang besar. Begitupun dengan pencapaian kedepannya. Mimpi besar diawali dengan menghadirkan dengan mental yang sekeras baja yang tahan dengan goncangan dan tak takut bertemu dengan benturan.

Intinya, jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena kita memang berbeda. Selalu berpikir positif tentang cara Allah SWT mengenalkan kita dengan arti kehidupan. Selain itu, selalu melakukan perubahan dalam semesta positif. Maksudnya selalu belajar dan haus dengan ilmu serta menjadi orang yang selalu bisa mengulurkan tangan buat orang lain sehingga rejeki kita bisa mencapai dari berbagai sisi yang luas.

Pukul 05.30
Bandung, 14 maret 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Enjoying the track of life"

Post a Comment